Rabu, 03 April 2013

Keseimbangan Perekonomian Terbuka


BAB I
PENDAHULUAN

Analisis mengenai penentuan kegiatan ekonomi Negara, belum tentu sesuai dengan realiti yang sebenarnya oleh karena kegiatan ekonomi yang digambarkan belum sepenuhnya sesuai dengan keadaan dalam perekonomian.
            Dua kegiatan pengeluaran yang penting dalam setiap ekonomi, yaitu ekspor dan impor. Oleh karena itu analisis mengenai keseimbangan pendapatan nasional perlu disempurnakan dengan memperhatikan pula efek kegiatan perdagangan luar negeri, yaitu ekspor dan impor terhadap pengeluaran agregat, pendapatan nasional dan tingkat kegiatan suatu perekonomian. Apabila kegiatan ekspor dan impor diperhitungkan dalam penentuan keseimbangan pendapatan nasional, maka analisis mengenai kegiatan ekonomi dalam suatu Negara telah sepenuhnya menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam realitas.
Analisis penentuan pendapatan nasional dalam perekonomian seperti itu dinamakan sebagai keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi empat sector atau perekonomian terbuka. Yaitu perekonomian yang menjalankan kegiatan ekspor dan impor. Maka analisis mengenai penentuan keseimbangan tersebut boleh juga dinamakan sebagai keseimbangan makro ekonomi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    KESEIMBANGAN  PEREKONOMIAN TERBUKA
Hubungan suatu Negara dengan luar negeri dikenal sebagai perekonomian terbuka. Perekonomian terbuka membuka peluang terjadinya kegiatan perdagangan luar negeri disamping juga arus modal masuk dan keluar dari suatu Negara. Perekonomian terbuka atau perekonomian empat sector adalah suatu sistem ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan Negara-negara lain, karena kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian yang pentingnya dalam kegiatan setiap perekonomian. Dalam ekonomi yang melakukan perdagangan luar negeri aliran pendapatan dan pengeluaran diperhatikan maka akan didapati bahwa aliran yang berlaku dalam perekonomian terbuka adalah berbeda dengan perekonomian tiga sector sebagai akibat dari wujudnya kegiatan ekspor dan impor.[1]
Secara fisik ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang-barang buatan dalam negeri keluar Negara-negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran yang masuk kesector perushaan.dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat sebagai akibat dari kegiatan mengekspor barang dan jasa dan pada akhirnya kegiatan ini akan menyebabkan peningkatan dalam pendapatan nasional.
Secara fisik impor merupakan pembelian dan pemasukan baran dari luar negeri atau kedalam suatu perekonomian. Aliran sector ini akan menimbulkan aliran keluar dari aliran pengeluaran dari sector rumah tangga kesector perusahaan.aliran yang keluar ini akan menurunnya pendapatan nasional.
Kegiatan perdagangan luar negeri membuka peluang ekspor dan impor yang disatu sisi dapat meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi suatu Negara dan disisi lain dapat juga menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif akan muncul bila suatu Negara tidak efisien dalam menjalankan aktivitas kegiatan ekonominya sehingga cenderung menjadi pasar bagi barang dan jasa dari Negara lain. Sebaliknya dampak fositif akan diperoleh jika suatu Negara mampu menghasilkan berbagai barang dan jasa yang melebihi jumlah produksi yang diperlukan didalam negeri dan mengekspor kelebihannya. Kegiatan tersebut akan berdampak pada tingkat kegiatan ekonomi dan tingkat pendapatan nasional. Ekspor dan impor juga dapat mempengaruhi kegiatan perekonomian yang berlaku.
Penggunaan faktor-faktor produksi sector perusahaan akan mewujudkan aliran pendapatan kesector Rumah tangga, aliran pendapatan ini meliputi Gaji, Upah, Sewa, Bunga, dan keuntungan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa dalam perekonomian terbuka pengeluaran agregat meliputi empat jenis pengeluaran, diantaranya:
1.          Pengeluaran konsumsi rumah tangga keatas barang-barang yang dihasilkan didalam negeri (Cdn).
2.         Investasi (I) untuk menambah kapasitas sector perusahaan menghasilkan barang dan jasa.
3.         Pengeluaran yaitu pemerintah dan jasa diperoleh didalam negeri (G).
4.         Ekspor yaitu pembelian Negara lain atas barang keatas barang buatan perusahaan-perusahaan dalam negeri (X).

1.   Grafik Sirkulasi Aliran Pendapatan[2]
Suatu bagan yang menunjukkan aliran pendapatan dan perbelanjaan yang berlaku dalam suatu perekonomian.Sirkulasi aliran pendapatan tersebut dapat dibedakan dalam beberapa bentuk,dan bentuknya tersebut dibuat sesuai dengan analisis ekonomi. Di dalam analisismakroekonomi biasanya sirkulasi aliran pendapatan ini dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu untuk perekonomian dua-sektor, tiga-sektor, dan perekonomianempat-sektor, atau perekonomian terbuka.
Pada dasarnya sirkulasi aliran pendapatan yang digambarkan dalam analisismakroekonomi menunjukkan interaksi diantara sektor perusahaan dengan sektor-sektor yang menjadi pembeli barang-barang yang diproksikan sektor perusahaan.Aliran pendapatan timbul sebagai akibat :
a.   penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki rumah tangga.
b.  aliran pajak dan pungutan pemerintah yang lain
Sedangkan aliran pembelanjaan timbul sebagai akibat pembelian-pembelian atas barang dan jasa yang dihasilkan sektor perusahaan oleh rumah tangga pemerintahdan penduduk luar negeri.











Grafik sirkulasi aliran pendapatan


Aliran tersebut menggambarkan aliran pendapatan dari sektor perusahaan kea rah sektor rumah tangga sebagai akibat dari penggunaan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Aliran itu meliputi (1) gaji dan upah, yang merupakan pendapatan tenaga kerja, (2) sewa yangmerupakan pendapatan dari tanah dan bangunan, (3) bunga, yang merupakan pendapatan dari modal, dan (4) keuntungan yang merupakan pendapatan pemilik  perusahaan. Sebagian dari pendapatan ini tidak diterima oleh rumah tangga. Keuntungan-keuntungan perusahaan harus membayar pajak keuntungan, sedangkan pendapatan rumah tangga yang lain harus membayar pajak pendapatan  perseorangan.
 Setelah dikurangi pajak, pendapatan rumah tangga akan digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan pembelanjaan atau ditabung. Yang paling penting adalah untuk membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Sisa pendapatan rumah tangga, yaitu setelah dikurangi oleh pajak, pengeluaran untuk konsumsi dan pengeluaran untuk membeli barang impor akan ditabung dilembaga keuangan, yang kemudian lembaga keuangan akan meminjamkan danayang didapati dari tabungan rumah tangga kepada penanam modal.
Dalam penghitungan pendapatan nasional, nilai pendapatan dari perbelanjaan yang dihitung adalah nilai aliran yang berlaku dalam suatu tahuntertentu. Aliran pendapatan faktor-faktor produksi ditentukan nilainya denganmemperhatikan nilai gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan yang diperolehdalam satu tahun. Demikian pula nilai pembelanjaan pemerintah menunjukkan jumlah nilai pembelanjaan ke atas barang dan jasa yang dilakukan pemerintah pada suatu tahun tertentu.
2.      FAKTOR PENENTU EKSPOR DAN IMPOR
Besar nya ekspor dan impor yang dilakukan oleh suatu Negara dalam waktu tertentu dan perubahannya dari waktu kewaktu ditentukan oleh banyak faktor. Adakalanya perkembangan ekspor brjalan kearah yang bertentangan dengan perkembangan impor sehingga menimbulkan surplus atau minusnya neraca pembayaran, dan ada kalanya keduanya berimbang. keadaan tersebut dapat menimbulkan hambatan maupun mendukung pencapaian tujuan pemerintah secara umum yaitu pencapaian tingkat penggunaan tenaga penuh, menekan inflasi dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang pesat. Kegiatan perdagangab luar negeri memungkinkan suatu Negara melakukan spesialisasi dalam menhasilkan barang dan jasa dengan harga relatif lebih murah dibandingkan dengan hasil produksi Negara-negara lainnya. Spesialisasi ini akan mempertinggi efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi yang ada disuatu Negara. Suatu Negara dapat mengekspor barang-barang konsumsi, barang-barang modal, teknologi, bahan-bahan mentah atau bahan setengah jadi yang tidak dapat dihasilkan sendiri atau mengekspor yang lebih baik mutunya. Sebagai contoh Indonesia mengimpor berbagai barag modal dan berbagai jenis barang untuk keperluan pengembangan industri serta teknologi dari luar negeri. Indonesia disisi lain mengekspor karet, timah, minyak kelapa sawit dan kayu hutan kejepang dan berbagai Negara lain yang tidak dapat menghasilkan sendiri barang-barang tersebut. Apabila kesempatan ini digunakan dengan baik maka dapat diciptakan pertumbuhan ekonomi yang cepat.
Sebaliknya perlu disadari pula bahwa tidak semua Negara dapat menggunakan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas perdagangan luar negeri ini. Disamping itu pada umumnya Negara-negara yang lebih maju dan lebh berkembang sector industinya memlii kesanggupan yang lebih besar untuk memperoleh keuntungan dari aktifitas tersebut dibandingkan dengan Negara-negara yang sedang berkembang. Oleh karena itulah bila kegiatan tersebut diserahkan mekanisme pasar bebas maka akan dihasilkan ketidakseimbangan perolehan devisa pada dua Negara yang berhubungan. Dalam hal ini diperlukan campur tangan pemerintah dalam bentuk proteksi berupa aturan-aturan tertentu yang sengaja diciptakan untuk keperluan tersebut. Sebagai contoh kadang didapati keadaan dimana ekspor tidak mengalami kegiaan yang berarti atau menurun tetapi impor berkembang dengan sangat pesat. Sebagai akibatnya timbullah kesulitan dalam neraca pembayaran. Untuk mengatasinya pemerintah dapat membuat batasan-batasan terhadap kegiatan impor. Oleh karena impor yang melebihi ekspor dapat menimbulkan masalah yang pada akhirnya mengganggu kestabilan ekonomi, pemerintah harus selalu berusaha agar dalam jangka pajang menyeimbangkan kegiatan ekspor impor.
Selain faktor-faktor penentu ekspor yang telah disebutkan diatas, besarnya ekspor keluar negeri terutama ditentukan oleh kemampuan dari suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa yang mampu brsaing diluar negeri. Minimal mutu barang dan jasa yang dihasilkan oleh negara tersebut harus sama baiknya dengan yang diperjualbelikan dipasar luar negeri. Makin banyak keistimewaan yang dimiliki oleh suatu negara makin besar pula ekspor yang dapat dilakukannya. Mengingat ekspor merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat maka ekspor dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional yang akan di capai.Bila mana ekspor bertambah besar maka pengluaran agregat agregat akan bertambah tinggi dan selanjutnya keadaan ini akan menaikkan pendapatan nasional. Akan tetapi harus pula di ingat bahwa keadaan sebaliknya belum tentu berlaku,yaitu pendapatan nasional yang naik tidak harus nilai ekspornya meningkat. Ekspor belum tentu bertambah pabila pendapatan nasional bertambah atau ekspor dapat saja mengalami perubahan walaupun pendapatan nasional tetap besarnya. Oleh karena itu ekspor yang demikian,fungsi ekspor mempunyai bentuk yang sama dengan fungsi investasi dan fungsi pengeluaran pemerintah.
Besarnya impor ke suatu negara di pengaruhi oleh kesanggupan barang-barang yang diproduksi oleh negara-negara luar untuk bersaing dengan barang jasa produksi domestik. Bila barang jasa produksi luar negeri lebih baik mutunya atau harganya lebih murah, maka tanpa adanya campur tangan pemerintah akan didapati kecenderungan peningkatan impor. Meskipun demikian realisasi dari impor juga akan ditentukan oleh kemampuan negara tersebut untuk melakukan impor tersebut. Denan demikian besarnya impor lebih dipengaruhi oleh pendapatan nasiona oleh suatu negara dibandingkan dengan daya saing barang dan jasa luar negeri dibandingkan barang atau jasa domesik. Oleh sebab itu analisisb makro ekonomi menanggap bahwa makin besar tingkat pendapatan nasional suatu negara maka makin besar pula nilai impornya.
Saat ini diseluruh negara didunia melakukan perdagangan internasional. Banyak barang dan jasa yang dinikmati oleh suat negara bersumber dari negara lain. Kebebasan ekspor impor memberikan manfaat bagi warga diseluruh dunia. Ukuran keterbukaan suatu negara dapat dilihat dari rasio ekspor dan impor terhadap GDP!
EKSPOR DAN IMPOR MEMILIKI PERAN PENTING DALAM PEREKONOMIAN. Mengapa?
Keduanya memilki pengertian yang sama yaitu transportasi barang atau komoditas dari suat negara kenegara lain. Memang proses yang dilakukan kelihatan sama, tetapi ekspor dan impor memiliki perbedaan dalam kegiatannya.
Ekspor : kegiatan menjual barang atau jasa kenegara lain.
Impor : kegiatan membeli barang atau jasa dari  negara lain.
Dari kegiatan ekspor dan impor, negara mendapatkan keuntungan yaitu menambah penerimaan devisa negara. Perdagangan antara negara memungkinkan eksportir indonesia untuk menjual barang kepada masyarakat luar negeri. Begitu juga dengan kegiatan impor, karena barang-barang impor harus melewati bea cukai negara yang bergerak dibidang pajak, maka barang yang masuk harus membayar pajak ke beacukai.
Selain keuntunan kepada negara ekspor dan impor memiliki keuntungan lainnya seperti:
Ekspor :
a.       Memperluas pasar bagi penduduk indonesia
Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk indonesia keluar negeri. Contoh batik indonesia, batik indonesia sudah mlai dikenal didunia. Jika permintaa batik diluar negeri meningkat maka produsen batik diindonesia akan semakin luas pemasarnnya. Dengan demikian, kegiatan produksi batik diindonesia akan semakin berkembang.
b.      Memperluas lapangan kerja
Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Hal ini berhubungan dengan semakin luasnya pasar produk indonesia. Kegiatan produksi didalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin luas.
Impor :
a.       Memperoleh barang dan jasa yang bisa dihasilkan
Setiap negara memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berbeda-beda. Misalnya keadaan alam inonesia tidak bisa menghasilkan gandum, dan amerika tidak bisa menghasilkan kelapa sawit. Perdagangan antar negara akan bisa mendatangkan barang-barang yang belum dapat dihasilkan didalam negeri.

b.      Memperoleh bahan baku
Setiap kegiatan usaha pasi membutuhkan bahan baku. Untuk memproduksi Mobil dibutuhkan besi dan baja. untuk memproduksi ember, mangkuk, dan kursi dibutuhkan plastik. Tidak semua bahan baku produksi tersebut dihasilkan didalam negeri. Mungkin ada yang dihasilkan didalam negeri, tetapi harganya lebih mahal. Demi menjaga produksi, pengusaha harus menjaga pasokan bahan bakunya, salah satu caranya dengan mengimpor bahan bakunya dari luar negeri.


3.         FUNGSI EKSPOR DAN IMPOR[3]
a.       Fungsi ekspor
X (fungsi ekspor)
Ekspor suatu negara adalah impor bagi negara lain dengan harga dianggap tetap, ekspor trgantung dari pendapatan luar negeri bukan pendapatan nasional negara tersebut. Oleh kerena itu dalam diagram ekspor-pendapatan nasional, fungsi ekspor digambarkan sebagai garis lurus horzontal, artinya ekspor tidak tergantung pada pendapatan nasional. Berapapun besarnya pendapatan nasional, ekspor tetap. Tetapi sebaliknya, seperi halnya investasi, ekspor mempengaruhi pendapatan nasional.
b.      Fungsi impor
Dua konsep penting yang berhubungan dengan dengan fungsi impor ini adalah average propensity to import (APM) dan marginal propensity to import (MPM). APM adalah proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli barang impor =M/Y, sedangkan MPM adalah proporsi dari kenaikan (penurunan) pendapatan yang digunakan untuk menambah (mengurangi) impor.
            Secara grafik MPM ditunjukkan dengan sudut arah dari fungsi impor karena fungsi impor merupakan garis lurus. Maka konstan dalam ekonomi terbuka pendapatan digunakan untuk konsumen barang dalam negeri (C), impor (M) atau ditabung (S), konsekuensinya =APC+APS+APM= 1. Karena setiap tambahan pendapatan juga digunakan untuk menambah C,S atau M, maka: MPC+MPS+MPM= 1.
            Impor tidak hanya tergantung pada pendapatan. Faktor lain yang juga mempengaruhi, seperti misalnya daya saing produksi dalam negeri, selera dan sebagainya. Perubahan faktor-faktor ini akan akan menggeser fungsi impor. Seperti misalnya karena imflasi trjadi didalam negeri sehingga daya saing menururun, maka impor cenderung naik dan kurva impor bergeser keatas.
Mengapa negara harus mengimpor barang???
Negara indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini terbukti dengan tanah indonesia yang sangat subur.negara indonesia memiliki peran penting sebagai produsen dimata dunia. Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga dunia setelah china dan india. Dalam konteks peranian umum, indonesia memiliki potensi yan luar biasa. Kelapa sawit, karet, dan coklat produksi indonesia mulai bergerak menguasai pasar dunia. Namun dalam konteks produksi, pangan memang ada suatu kenikan. Meski menduduki posisi ketiga pangan didunia, hampir etiap tahun indonesia menghadapi persoalan berulang dengan produksi pangan terutama beras. Produksi beras indonesia yang begitu tinggi belum bisa mencukupi kebutuhan penduduknya.
Akibatnya indonesia masih harus mengimpor beras dari negara penghasil pangan lain seperti thailand. Salah satu penyebab utamanya adalah jumlh penduduk yang sangat besar. Data statistik menunjukkan pada kisaran 230-237 statistik jiwa, makanan pokok semua penduduk adalah beras sehingga sudah jelas kebutuhan betas menjadi sangat besar. Oleh karena itu tiap-tiap negara harus mengimpor barang dari negara lain demi kelancaran kebutuhannya.
Adapun sebab-sebab munculnya perdagangan internasional ekspor dan impor adalah sebagai berikut :
a.       Hasil nproduksi yang sangat Variatif ditiap negara
Perbedaan kekayaan alam yang dimiliki tiap-tiap Negara mengakibatkan adanya usaha untuk menutupi kekurangan kekayaan alam tersebut. Misalnya, suatu Negara memiliki kekayaan yang melimpah pada barang dan jasa. Sementara itu, Negara lain justru mengalami keurangan pada produksi barang dan jasa. Dengan demikian, maka terjadilah perdagangan internasional ekspor dan impor antara kedua Negara tersebut.
b.      Diferensiasi harga barang
Layaknya pada suatu pasar, konsumen akan selalu mencari pedagang dengan harga yang lebih kompotitif atau lebih murah dengan kualitas yang sama. Demikian pula dengan halnya perdaganga internasional, jika amerika dan korea sama-sama dapat memproduksi computer denan harga yang lebih murah dibanding diindonesia, maka orang-orang Indonesia akan lebih memilih membeli computer dikedua Negara tersebut dengan harapan dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar.
c.       Motivasi untuk menambah produktivitas
Ketika terjadinya kerjasama lintas Negara, produk yang dihasilkanpun akan harus sudah berkualitas internasional, jika tidak jangan harap hasil produksi akan dliri oleh Negara lain. Fakor motivasi dari dalam diri para pekerja menjadi salah satupenyebab terjadiya perdagangan international.





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perekonomian terbuka atau empat sector adalah suatu system ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor degan Negara lain. Perekonomian tebuka membuka peluang terjadinya kegiatan perdagangan luar negeri disamping juga arus modal masuk dan keluar dari suatu Negara.

B.     Saran
Menyimak begitu banyaknya pembahasan mengenai keseimbangan perekonomian terbuka ini, maka dari itu pengertian keseimbambangan perekonomian terbuka ini tidak teruju pada satu pendapat saja, melainkan harus di pahami secara meluas.






DAFTAR PUSTAKA

Nopirin, Pengantar Ilmu Ekonomi, Edisi Pertama, (Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 1994).
Tedy Herlambang, Sugiato, Brastoro, dan Said Kelana., Ekonomi Makro, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001).



[1] Tedy Herlambang, Sugiato, Brastoro, dan Said Kelana., Ekonomi Makro, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001) hal. 265.
[3] Nopirin, Pengantar Ilmu Ekonomi, Edisi Pertama, (Yogyakarta: Universitas Gajah Mada, 1994), hal 261-265

Tidak ada komentar:

Posting Komentar